Menu Arju

Senin, 17 Januari 2011

kenapa harus cinta yang menjadi tema

Dunia seakan menyempit
Manakala semua lagu dan puisi hanya bertema'kan cinta dua sejoli
Bercumbu, bersenggama,
tidur dan ditiduri
Mengalamatkan sikap kekemayuan
pada semua mahluk yang lapar media televisi

kenapa ini bisa terjadi?
Beralihkah kita menjadi banci?

Kita tidak buta, hanya saja kita enggan membuka jendela,
melihat keluar, dan mengartikulasikannya kedalam sebuah karangan,
lagu dan tulisan

Lancang aku bertanya

Apakah hanya cinta dua sejoli yang ada dimuka bumi?
Menjadi laku bumi?
Hingga semua karyamu terbentur kedalam tema itu?
Lantas kemana perginya penderitaan?
Kemana beranjaknya penindasan?
Bukankah terlihat jelas dipelupuk matamu?
Kenapa hanya diam?
Dan beralih pada teriakan merujuk cinta dua sejoli?
Kenapa hanya cinta yang kita tuangkan dalam puisi, syair dan lagu?
Butakah kita?
Atau enggan untuk melihat?

Atau,,
memang kita sengaja mencandu dalam keadiktifan tema itu?

Membancikan diri??
Menggincukan bibir??
Menjual kelaki-lakian kita pada tema yang basi??
Coba difikirkan lagi!

Dunia seakan menyempit
Manakala semua lagu dan puisi hanya bertema'kan cinta dua sejoli
Bercumbu, bersenggama, tidur dan ditiduri

Sampai mati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar