Dunia seakan menyempit
Manakala semua lagu dan puisi hanya bertema'kan cinta dua sejoli
Bercumbu, bersenggama,
tidur dan ditiduri
Mengalamatkan sikap kekemayuan
pada semua mahluk yang lapar media televisi
kenapa ini bisa terjadi?
Beralihkah kita menjadi banci?
Kita tidak buta, hanya saja kita enggan membuka jendela,
melihat keluar, dan mengartikulasikannya kedalam sebuah karangan,
lagu dan tulisan
Lancang aku bertanya
Apakah hanya cinta dua sejoli yang ada dimuka bumi?
Menjadi laku bumi?
Hingga semua karyamu terbentur kedalam tema itu?
Lantas kemana perginya penderitaan?
Kemana beranjaknya penindasan?
Bukankah terlihat jelas dipelupuk matamu?
Kenapa hanya diam?
Dan beralih pada teriakan merujuk cinta dua sejoli?
Kenapa hanya cinta yang kita tuangkan dalam puisi, syair dan lagu?
Butakah kita?
Atau enggan untuk melihat?
Atau,,
memang kita sengaja mencandu dalam keadiktifan tema itu?
Membancikan diri??
Menggincukan bibir??
Menjual kelaki-lakian kita pada tema yang basi??
Coba difikirkan lagi!
Dunia seakan menyempit
Manakala semua lagu dan puisi hanya bertema'kan cinta dua sejoli
Bercumbu, bersenggama, tidur dan ditiduri
Sampai mati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar