aku baru tahu, ternyata seperti inilah dunia
Senyum yang berkembang, hanya sebagian kecil dari tangis yang pecah
Dan tak jarang kutemui
potret-potret wajah yang penuh dengan keputusasaan
Bunda,
Manakala penatku riak dalam pucuk sendi
Kukelanakan keawamanku,
merangkang menuju bau kemarau diatas trotoar
Cinta, kemanakah perginya
tatkala kulihat bocah-bocah kecil membanting nyali dan tulangnya dijalan raya
tatkala kulihat nenek-nenek tua menggadaikan hidupnya, ditengah-tengah keramaian rimbanya raya
dan tatkala kulihat gugur kembangnya, seorang perawan dengan muka polosnya
hilang harga diri
Inikah dunia, bunda?
Bunda, tak kusesali hadirku dijagad ini
tak kusesali adaku
Akan tetapi, dunia membuatku takut
takut kengeriannya merabunkan mataku
takut bengisnya memisahkan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar