"Untuk apa menulis puisi, membuat terharu para gadis, kemudian dengan begitu kau dikaguminya?" tanya seorang sahabat yang sama sekali tidak menyukai puisi
"Saya menulis puisi untuk mengabadikan setiap kepingan hidup saya,sama seperti mereka yang mengabadikan setiap kepingan hidupnya dengan merekamnya via video, berpoto, dll. pun menceritakan apa saja yang terjadi dilingkungan saya, dengan menitik beratkan solusi dan amanat didalamnya. apa itu salah, atau konyol bagi kamu?"jawab saya
Ya, menulis puisi adalah hal yang menurut saya sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dalam satu puisi saja, kesenggangan waktu kita telah terisi dengan momen yang positif seperti; berfikir, merenung, dan mengingat kembali setiap kejadian yang teralami untuk dijadikan sebuah tulisan bermakna dan beramanat.
Menulis puisi tidaklah sulit, hanya berbekalkan pemikiran, perenungan, stok kisah yang pernah kita alami, stok kata-kata yang tersimpan dalam tempurung otak, kertas dan pena.
Dibawah ini adalah sedikit pengertian tentang puisi;
Puisi, adalah susunan kata-kata yang bermakna dan penuh majas.
Puisi biasa dijadikan sebagai alat pencurahkan perasaan,pengalaman, pikiran dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan di sekitar.
Biasanya kepekaan hati memiliki peran penting disini. Maka, bentuk tulisan ini juga sering diartikan sebagai ekspresi hati.
Berikut tahapan dalam membuat puisi:
Pencarian ide
Kumpulkan atau gali informasi melalui membaca, melihat, dan merasakan terhadap kejadian atau peristiwa, pengalaman (pribadi), social (masyarakat), ataupun universal (kemanusiaan dan ketuhanan).
Perenungan
Memilih atau menyaring informasi (masalah, tema, ide, gagasan) yang menarik dari ide yang didapat. Kemudian memikirkan, merenungkan, dan menafsirkan sesuai dengan konteks, tujuan, dan pengetahuan yang dimiliki.
Penulisan
Inilah proses yang paling rumit, mengerahkan energi kreatif (kemampuan daya cipta), intuisi, dan imajinasi(peka rasa dan cerdas membayangkan), serta pengalaman dan pengetahuan. Untuk itulah, tahap penulisan hendak mencari dan menemukan kata ataupun kalimat yang tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan. Hasilnya kata-kata tersebut menjadi bermakna, terbentuk, tersusun, dan terbaca sebagai puisi.
Perbaikan atau revisi
Baca kembali karya yang telah Anda ciptakan. Ketelitian dan kejelian untuk mengoreksi rangkaian kata, kalimat, baris, bait, sangat dibutuhkan. Kemudian, mengubah, mengganti, atau menyusun kembali setiap kata atau kalimat yang tidak atau kurang tepat.
Nah, mulailah menulis. buncahkan dan muntahkan aral yang kian membusuk dalam lubuk dan akal, selipkan nasihat didalamnya.
Selamat menulis puisi dan berpuisi
Eh, lupa masih ada juga pengertian majas-majas. mmmm....tapi capek baru pulang kerja. besok aja deh. :)
Nah, mulailah menulis. buncahkan dan muntahkan aral yang kian membusuk dalam lubuk dan akal, selipkan nasihat didalamnya.
Selamat menulis puisi dan berpuisi
Eh, lupa masih ada juga pengertian majas-majas. mmmm....tapi capek baru pulang kerja. besok aja deh. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar