Menu Arju

Minggu, 16 Januari 2011

Senja mendiang

Lima lewat lima lewat lima lewat lima

Cepat,
waktu yang kikir kilat beranjak
Congkak peragai
tinggalkan jejak
Menangis, ditangisi
Tertawa, ditertawai
Mengeram duka siap menetas
Diikat erat tali seutas

Takut?
Aku tak takut.
Hanya saja aku risih,
jikalau senja sabtu jadi mendiang.
Lalu datang, malam minggu mendulang.
Cipta karyakan buruk kepingan hidup

Senja mendiang

Akulah ambigu
Takut malam membunuhmu,
Takut malam membunuhku
Takut malam mendiangi adamu

Aku dan kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar