Menu Arju

Minggu, 06 Februari 2011

Sajak tolol perpisahan Aku & Ro***h

Malam tampak kering,
Kerikil di rona merahmu menyendat laju pertautan batin
Antara aku, kau, waktu, dan duri-duri bajang yang menancap di pantat
Kesal, Aku belum kenyang
Kalbuku masih lapar, hatiku dahaga, rindu masih berapi-api

Astaga,, Itu dahan jambu melambaikan tangan di penghujung perpisahan
Belum kau seka bekas gincu di bibirku
Belum kau ceritakan lagi makian ayahmu tentang diriku
air purnama telah tumpah di jasad kita
Assuuuu,, Waktu begitu cepat ya berlalu
menjarah jatah kebahagiaan aku dan kmu
membawa lari harapanku yang tinggal semangkuk
Kita berpisah :'(

Jika detik ini bermukim lagi di ranah kita
Dan waktu menyetujui cuti kenaasan kita
Di tempat ini, kutunggu datangmu
Ditempat ini, kutunggu wangi kudukmu

6 komentar:

  1. weeee, pernah patah hati juga thooooo?
    cakep ya klo sesuatu bisa diungkap dengan tulisan
    sesakit apapun hati tapi tetep indah jika membaca kisahnya

    BalasHapus
  2. @Bu bety. Pernah bu. Malah sampe sekarang..

    Klo tulisan sebagus tulisan bube sih enak dibaca. klo tulisan saya, ancur. hehehhe :D

    BalasHapus
  3. weeeeeeeeeeeeeeew nafa ni,,sambung hatinya ngan mamihh,, ciappp nuiiii

    hi where are youu, i am kangen you

    BalasHapus
  4. ealah arju, tulisanku mah monoton
    kosa katanya itu2 aja n gampang diterka

    BalasHapus
  5. @Mamih.. Tolong di bongkar hatikuh, lalu perbaiki; dengan obeng pun boleh min, asal sembuh. hehehe
    My mom, I am here. I really really miss you mom :)

    BalasHapus
  6. @Bu'be. master seperti bu'be memang suka merendah. :)

    BalasHapus