Buang Sial
Tertawa sampai mati
Gelisah hingga uzur
Di dapur,
Cicak itu jatuh di kepalaku
Astaghfirlooh,,, Pertanda apa lagi ini?
Apakah,
Setelah berkali-kali koma dalam hidup
Setelah berkali-kali jeda bernafas
masih adakah pertanda yang nista pangkalnya
Tertawa sampai mati
Gelisah hingga uzur
Langkah dari kelanaanku mandet disini
Busana kutanggalkan,
Lompat tanpa risih tajamnya karang di dasar
Akh,,, Aku terlanjur mati
Hati terlanjur padam pekanya
Tertawa sampai mati
Gelisah hingga uzur
Mandi di pantai
Buang sial
benarkan!
BalasHapusmencoba memahami tapi tetap tak mengerti
maksudnya, ku mencoba menyadur tulisanmu tp sulit
kirain jalannya lurus tp ternyata berkelok
Hehehe.. itu karna ke-amatiran-ku.
BalasHapusKlo tulisan bu'be, enak bgt dibacanya :)
bukan amatiran,
BalasHapustp aku pikir masing2 punya gaya sendiri2 dlm menulis
dan yg tampak jelas berbeda gaya penulisannya adalah dirimu, cik gu n kang danu cos ada sesuatu yg khas di setiap tulisannya
Ah gak bu'be..
BalasHapusBu;be jg khas tulisannya :)
hemmmm glodakkk
BalasHapus