Dengan kondisi mata yang mengantuk, lagi-lagi sebuah perdebatan antara Hati dan Mata terjadi di atas tempat tidur, pukul sebelas malam. Ini bukan kali pertamanya jasadku menjadi arena perdebatan dua organ tubuh, antara Hati dan Otak. Dan yang menjadi sasaran dari perdebatan ini adalah Mata, karna Matalah yang nantinya akan memberi penglihatan yang diproses jasad untuk melakukan sesuatu.
"Mata! Kau kenapa. Ngantuk?" Tanya Otak kepada Mata
"Iya nih" Jawab Mata lemas
"Lha, baru jam berapa. Mending baca buku atau nyalain notebook, browsing apa kek, dari pada tidur" Tukas mata
"Jangan! daripada setiap hari waktu luang terbuang percuma di dunia maya, mending keluar rumah dan bersosialisasi dengan teman-teman" Tandik hati
"Diam kau, Hati! Tahu apa kau soal dunia maya. Di depan sekotak notebook banyak ilmu yang berserakan" Tandik Otak ketus.
Mata yang sedari tadi mengantuk hanya bisa terdiam tanpa bisa mengerti apa yang diributkan Hati dan Otak. Ia memang tidak seperti otak yang diberi peran untuk berfikir. Atau Hati yang diberi peran untuk merasa.
Tapi dari peran penglihatannyalah Hati dan Otak mampu bekerja. Secara langsung ia menjadi jembatan kontribusi atas Hati dan Otak.
Malam semakin larut. Tapi perdebatan antara Hati dan Otak masih saja menyulut di dalam jasad yang penuh penat. Dan mata semakin bingung dibuatnya.
Disamping itu, Hati dan Otak makin beringas dalam debat singkat mereka.
"Hati! Coba kau pikir. Untuk apa kita keluar rumah. Toh, orang-orang yang ada dalam pergaulan kita cuma yang itu-itu aja.Kegiatannya juga cuma duduk-duduk dan membicarakan hal yang sama sekali tidak berguna" Tukas Otak
"Tidak berguna bagaimana? Ya jelas saja berguna, karna Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk sosial" Jawab Hati
"Ya, Mahluk sosial yang pintar dan berilmu. Oleh karna itu, jasad kita harus giat belajar. Mulailah saat ini juga" Tukas Otak
"Mata! Ayo bangunkan Tangan dan aggota badan yang lain, untuk kemudian keras belajar!" Seru Otak
"...................." Mata diam tak menjawab
"MATA!!!" Panggil Otak kesal. Mata diam lagi. Hati dan Otak tidak sadar. Bahwa sedari tadi Mata telah tertidur, bersamaan dengan melemahnya anggota tubuh yang lain, Ia terpejam, tidur dengan lelap.
Kedua asumsi dari perdebatan Otak dan Hati kerap mampu dikatakan benar. Hati dengan prinsip sosialnya ia menyeru untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan teman-teman yang lain, benar memang, karna manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk sosial yang saling mengisi satu sama lain. Akan tetapi prinsip otak pun mampu dibenarkan, karna Tuhan menyeru hambanya untuk mencari ilmu, kapanpun dan dimanapun. Inilah yang membuatku bingung tak alang kepalang. Hati dengan perintah bersosialisasinya, atau Otak dengan seruan mencari ilmunya. Keduanya dibenarkan Tuhan. Dan mana yang harus kupilih.
Ah, aku sudah memilih pilihan yang tak ada dalam pilihan. Yakni memejamkan mata, dan tertidur dengan lelap
hemmmmmmmm ku baca ini terpaksa pinjam kaca mata
BalasHapussayyyyyyyy how are you today
sampul nya serem benn
good luck sayy met siang
heheh,, themesnya gelap ya mih.. hehe
BalasHapusgood luck mih.. pa kabar disana?
gelap bangett , met siang sayyy, met tipitass,, berdarah tu jari2nya hohoyyy
BalasHapusiyaa,, met tivitas jg.. thanx dah mw mampir :)
BalasHapushaduochhh ampun gigini atit nya,, ampe bengkak hikzz
BalasHapus