Menu Arju

Sabtu, 17 September 2011

ABU



Cuma ada bisu, senyap, dan sunyi-sepi yang kian padu.
tatkala malam menghunuskan pilunya dgn runcing semburat,
layaknya gendewa yg melesat, menancap tepat diinti asa nan gelap.
Ini resahku...


Mulai lemah tubuhku,
Mulai kabur jarak pandangku,
Mulai gontai kaki kanan-kiriku.
Kutengadahkan kepalaku, 
berharap 'kan jatuh bintang sebelum tiba moksaku,
dan datang seseorang yg bertanya:


"lantaran apa abaimu?".


Dgn sisa tenaga yg ada diraga kutangguhkan suaraku dan berkata:


"adakah aral yg paling sukar dihadapi selain abainya seseorang dari cinta dan kasih?", 


moksaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar